Selasa, 02 September 2014

Bertemu Dengannya


Memang, sebuah penantian panjang dan sebuah kesabaran pastilah menghasilkan sebuah hasil yang manis dan indah. Setelah 4 tahun, mencoba untuk menyayangi seseorang yang bahkan dia tak menganggapku ada.. kini aku bagaikan terlahir sebagai sosok yang baru, yang siap menjalani kehidupan baru. Masih ingat kan dengan kisah cerita tentang laki - laki yang membuatku seperti bertemu sosok yang pernah kujumpai sebelumnya? Ya... inilah kelanjutan kisahnya. 

Akhirnya, setelah kami dekat dan melewati masa - masa antara berharap pasti atau harapan palsu kini terjawab sudah. Pada 19 Januari 2014 kami pun memutuskan untuk menjalani hidup ini bersama - sama. Bukan, bukan menikah atau apa.. tapi saling menambatkan hati kami. Aku tau, ini tidaklah mudah, bagaimana tidak.. kami tidak bersekolah di universitas yang sama. Dia bersekolah di Akpelni sedangkan aku kuliah di Universitas Diponegoro. Selain itu, banyak perbedaan di antara kami. Jelas saja, aku ini berasal dari Jawa, sedangkan dia berasal dari ujung Indonesia. Bukan lagi Aceh, tapi Sabang. Kebayang kan gimana jauhnya... Lalu, hobi ku yang suka makan mie, ternyata berbeda dengannya. Dia lebih menyukai makanan seperti ikan dan sayur - sayuran. Tapi, bukankah menjalin hubungan bukan hanya sekedar mencari persamaan diantara dua orang? Menjalin sebuah hubungan menurutku lebih mengarah pada bagaimana kita bisa saling menghargai perbedaan yang ada. Perbedaan bukan dijadikan sebagai sebuah permasalahan, tetapi justru dijadikan sebuah hal yang baru untuk lebih mengenal bahwa ada banyak hal unik di luar kehidupanku ini. 

Aku merasa bahagia bersamanya.. bukan karena dia yang selalu bertanya sedang apa, mengaturku atau apalah yang hal klasik biasa dilakukan oleh kebanyakan orang. Namun, dia lebih mengajarkanku bagaimana caranya agar terlihat lebih baik, berpakaian yang sopan, selalu mendukung dan memberi apresiasi di setiap pencapaianku dan banyak hal positif lainnya. Memang, dalam sebuah hubungan mengharapkan tenang dan adem - adem saja sepertinya tidak akan mungkin terjadi. Pastilah banyak sekali masalah - masalah kecil yang membuat terkadang saling salah paham. Ya, di saat itulah kami mungkin terlihat sangat menyebalkan dan egois ketika mempertahankan pendapat kami. Tapi, sekali lagi semua akan hilang karena rasa sayang yang kami rasakan. 

Selama bersama dia, aku selalu merasa bahwa dunia nyataku benar - benar indah. Kebiasaanku yang selalu menatap layar handphone seketika berubah..aku lebih suka menatap dia tentunya :) Disampingnya, tak pernah kami lewatkan waktu tanpa tertawa bersama. Bahkan parah nya sampai kami lupa waktu. Hal - hal aneh selalu kami lakukan bersama. Mungkin benar yang dikatakan orang, dunia serasa milik kita berdua, yang lain mah numpang :p Misalnya saja, kami....eh aku selalu menghitung untuk berapa kalinya kami bertemu. Dan untuk pertemuan ke 10, kami mengadakan lari pagi keliling simpang 5 sebanyak 10 putaran, dan pertemuan selama 10 jam dalam satu hari. Hal yang paling menyebalkan adalah ketika malam hari, selalu saja dia yang tertidur terlebih dahulu... itu membuatku sedikit kesal. Tapi anehnya berkali - kali kami berselisih, selalu saja pada akhirnya kami mengalah juga. 

Aku selalu berterimakasih kepada Allah karena telah menciptakan dia, sosok yang sangat indah... yang bisa menyayangiku dan memberikan warna dalam hidupku. Mungkin agak lebay juga menuliskan cerita ini. Tapi ini adalah sebuah kebahagiaan tersendiri karena dapat bertemu dan menjalani hari - hari bersamanya. 

Entah apa dan bagaimana nantinya hubungan ini, namun aku tidak akan pernah menyesal telah bertemu dan mengenalnya. 
Terimakasih untuk takdir yang mempertemukan kami :) 

Minggu, 16 Februari 2014

Teruntuk Sahabatku yang Akan Kutemui Suatu Hari Nanti

Sekarang, tahun ke 4 persahabatan kami... Aku dan dia sudah menjadi sahabat semenjak saat itu. Iya, saat dimana kami berkenalan melalui media chatting. Tentu saja itu tak pernah disengaja, tapi itulah takdir. Awal kami berkenalan, sepertinya kami sudah mulai nyaman satu sama lain. Kami pun mulai bercerita tentang diri kami... Ya, saat itu kebetulan adalah hari dimana dia lahir, tepat di hari ulang tahunnya, aku menjadi seseorang yang pertama mengucapkan kepadanya *mungkin*. Semenjak itu, hubungan kami semakin akrab. Aku pun mulai mempercayainya, sebagai salah satu penjaga rahasiaku. Hari demi hari pun berlalu, bulan demi bulan pun terlewati, dan tahun pun berganti. Kami tetap menjaga persahabatan ini hingga sekarang. Terlalu banyak momen berharga yang tak bisa aku ceritakan. Dia seseorang yang sangat berbeda dari yang lainnya, bahkan sosoknya takkan pernah aku temui pada siapa pun, sekalipun itu orang terkasihku. Dia lah sahabatku, dia selalu bisa memberikan saran terbaiknya kepadaku... dia ada disaat aku senang maupun sedih. Disaat aku merasa gagal, dia lah yang menjadikan ku ini seorang pemenang, dan itu yang memotivasiku untuk bisa kembali bangkit. Kami bercerita, setiap hari tentang indahnya kehidupan ini... tentang rasa sakit nya cinta, perjuangan cinta kami pada orang yang kami kasihi, impian - impian kami, dan semua hal. Bersahabat dengannya, seolah membuatku memiliki dunia baru ketika sedang berbagi cerita dengannya. Aku bisa tersenyum, tertawa, bahkan menangis saat berbagi dunia dengannya, suka duka ku, ada dalam ceritaku kepadanya.  Semua perkataan, dan respon yang ia berikan,sangat mengimbangi sifat ku, dia orang yang sangat tepat dan hebat yang dikirimkan oleh Tuhan untuk menemaniku dengan sifatku yang seperti ini.

Aku sangat senang ketika ia masih saja mengingat hal - hal kecil yang pernah kuucapkan. Menurutku, ketika seseorang mengingat hal kecil tentang diri kita, itu menandakan bahwa kita berharga baginya, dan aku merasa seseorang yang demikian adalah orang yang sangat bisa menghargai orang lain. Dia adalah pengingat yang hebat menurutku. Hal yang aku suka lagi, yaitu dia selalu melakukan hal - hal yang selalu membuatku terkesan..dan tak mengira bahwa ternyata dia sangat menghargai persahabatan ini. Salah satunya, ketika dia membuatkan ku sebuah lukisan yang unik, yaitu lukisan diriku. Dia benar-benar mengirimkan lukisan itu untukku. Itu adalah lukisan perdana yang pernah kuterima dari seseorang. Dan aku merasa sangat berarti setiap hari, setiap bulan, dan tiap tahunnya, karena dia selalu bisa memberikan sesuatu yang unik dan berbeda di saat hari ulang tahunku bahkan setiap harinya dia membuatku begitu bersemangat dan excited untuk berbagi cerita serta selalu berjuang dalam hidup ini. Kami tak hanya bercerita, tetapi kami saling membantu.. bahkan disaat Ujian SMA, aku masih ingat saat mengajari bagaimana cara mengingat rumus trigonometri, dan mengajarinya bahasa Inggris *salah satu pelajaran yang paling tidak ia sukai*. Sempat aku sedih saat aku gagal SNMPTN, dia pun sama sepertiku. Tapi justru dia lah yang menyemangati diriku, agar tidak terus bersedih dan terus semangat. Dan pada akhirnya kini kami bisa masuk ke universitas terbaik yang kami pilih.

Kami begitu dekat, meskipun raga kami terpisah jauh. Iyaaa... benar, meskipun kami sahabat.. kami ini belum pernah berjumpa. Ini mungkin terlalu maya, tapi menurutku ini sangat nyata. Meskipun kami hanya bisa berkomunikasi melalui ujung telepon, tapi seolah - olah setiap hari aku bisa merasakan kehadiran dirinya. Bahkan, dia baru berani untuk berbicara melalui telepon disaat kami sudah berkenalan selama 3 tahun.Ini memang terasa aneh, tapi memang seperti ini adanya. Dia sangat berarti bagiku, karena setiap harinya aku selalu menceritakan hal - hal sekecil apapun padanya, yang terkadang orang tua ku sendiri tidak tahu apa yang sedang aku rasakan.
Emmm.. aku yakin, meskipun dia berasal dari Kalimantan, dan aku ada di Jawa.. kami akan bisa bertemu secara langsung suatu saat nanti. Entah kapan, namun pertemuan pertama kami pasti sangat indah :)

Teruntuk sahabat ku, terimakasih sudah menjadi salah satu seseorang yang terbaik dalam hidupku, kamu telah menjadikanku menjadi seseorang yang lebih berarti. Kamu adalah motivator ku, sahabatku, dan seseorang yang berharga meski terkadang aku ini tidak bisa menjadi seseorang yang terbaik untukmu, bahkan sering kali mengabaikan pesan mu.. tapi aku tak pernah bermaksud untuk menjauh bahkan melupakan sahabat terbaikku ini. Terimakasih sudah menemaniku selama beberapa tahun ini, sejak lulus SMP, perjalanan masa - masa SMA, dan kini kita mulai memasuki masa yang lebih dewasa yaitu sebagai mahasiswa. Semoga persahabatan kita terus berlangsung dan tetap terjaga, hingga kita menemukan pendamping hidup kita masing - masing, bahkan hingga akhir hayat. Aamiin..
Tetaplah menjadi sahabatku yaaa... maaf ya aku ini selalu merepotkanmu, dan kadang membuatmu kesal karena sikapku ini...
Semua tulisan ini tak akan bisa menceritakan betapa berharganya persahabatan kita :) Percayalah..